Kamis, 28 Maret 2013

Zona Nyaman


****
Aku berusaha untuk tak mencelah gelap hanya karena terjerat dalam kebimbangan. Walau kusadari diri ini dalam perabaan dan zona yang terusik. Hari ini kuikrarkan bahwa pertimbangan status kenyamanan menjadi pilihan utama untuk survive dan enjoy. Tidak! Aku tak berani mengatakan jalan yang kutempuh salah, melainkan sedikit terkelip kurang tepat saja. Dan aku berharap ini bukan doktrinisasi keluhan dan tuntutan yang kuciptakan sendiri.  
Mungkin tak berlebihan  kiranya, jika saat ini kukatakan dalam pilihan sulit. Ibarat si anak pipit yang melihat induknya terkena perangkap getah dan ketika ingin menolong aku malah ragu-ragu dan disuruh ibu untuk terbang menjauh. Si induk berkata; kamu tak mungkin bisa melepaskan tubuh ibu dari getah ini, apalagi sang pemilik perangkap ada di dekat, bisa-bisa kamu ikut jadi korban. Lebih baik kamu tumbuh besar dan carilah ibu yang mau mengurusmu.
Aku mendapatkan kasih sayangnya seperti apa-apa yang pernah diberikan ibu kandungku, bahkan sudah tak pantas menyebunya sebagai ibu kedua. Namun tak tahu kenapa selaksa ibu kandungku seolah menyesakkan dada dan menyulitkan paru untuk meregang. Terasa ada dusta dan aib yang menggerayangi pikiranku. Andai saja aku meminta bantuan burung-burung pipit lain untuk menyelamatkan ibu atau tak apa saat itu juga aku harus mati, asalkan itu pilihan yang kuputuskan sendiri. Sulit bagiku untuk menyaksikan ibu meregangkan nyawa di depan mata-kepalaku sendiri, sedangkan di satu sisi aku harus hidup bersama ibu tiri. Ntahlah! 
****
Mentari yang terik siang ini membawakanku seberkas cahaya. Aku mempelajari setiap sisi perangkap getah, bahkan mulai memperhatikan terik perangkap lain yang mengancamku. Aku tak semestinya membuyarkan mimpi dengan beragam keluhan dan tuntutan. Hanya satu jalan untuk tetap survive, bukan masalah peluang ke depan, trendi, atau persoalan gengsi, akan tetapi lebih pada "status kenyamanan".  Aku memilih ‘zona nyaman’ bukan karena tak berani untuk menghadapi tantangan.

Mozaik of mind, 29 Maret 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar