Awan putih diselimuti sang pelangi pagi
Burung-burung menari hiasi sensasi
Tumbuhan-tumbuhan sumringah tebarkan warna-warni
Lautan biru mengitari bumi pertiwi
Tapi harus kusadari . . . . .
Ini hanya sebatas anugrah sang illahi
Tak mungkin ada syurga seperti syair ini
Karena hanya duka yang sulit terobati
Di sudut kota itu . . . . .
Ku lihat sesosok orang menangis pilu
Kehilangan rumah untuk berteduh
Dan tak tertelan sesuap nasi dalam semingggu
Sedangkan
Di gedung itu . . . . .
Ku lihat segerembol orang tertawa tanpa henti
Katanya ingin mengurus bangsa ini
Tapi hanya tidur saat rakyat menanti
Kata orang kita hidup di bumi sepihan syurga
Tapi kenapa kemelaratan semakin melanda
Orang bilang bangsa kita adalah bangsa yang kaya
Tapi mengapa?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar