Waktu
tuk aku berdamai
sebelum harap ini lirih, sebelum jenuh ini letih
aku yakin masih ada
sebelum penantian itu ziarahiku
luruh ya, bukan layu
Tetap
aku rindu jelang
embunsore di jendelaku
Ntahlah! …
aku yang saat ini
enggan caya pada Hujan Pagi
palagi gemuruh awan hitam subuh
Oh! Tumbal kebal
Aku telah kumpulkan isyarat hati tuk kembali merindu
beserta ambulance tua
di tengah serpihan-serpihan luka
Aku, dan itu padamu
sebagai mimpi menjaga
lagi menjamumu
seperti; (orang tua dan abang-abangmu)
Yogyakarta, 21 Oktober- 1 November 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar