Maaf...
puisi ini, bukan lagi untukmu
Hadirmu di sini hanya
akan bisingkan semadiku
Aku tak apa
walau hanya harian kosong
tak usah kausapa
saat ini aku, Plong!
Bersamamu memang
Aku pernah angan
Untuk anak, bahkan cucu
memikul kerandamu tidur di sampingku
Gentayangan anganku
Aku tak ingin (lagi) jauh
Selamat:
puisi ini kini jadi milikmu,
Jogja,
06 September 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar