YOGYAKARTA, KAMANJAYO UPDATE- Keluarga Pelajar Jambi Yogyakarta (KPJY) bekerjasama dengan teman-teman ISI (Insitut Seni Indonesia) dengan bangga memperkenalkan budaya Jambi pada masyarakat luas, khususnya yang ada di Yogyakarta. Kali ini kita mengangkat legenda ‘Orang Kayo Hitam’ lewat sebuah pertunjukan drama musikal.
Pertunjukan yang diperkirakan menelan beaya sebesar Rp40.000000,00 ini akan dilangsungkan di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada tanggal 2 Desember 2012. Latihannya sendiri sudah dimulai sejak tanggal 10 September 2012 dan kini telah memasuki tahap blocking kasar serta beberapa latihanchoreo lainnya. Untuk mendukung kemeriahan pertunjukan kita juga menampilkan tari-tarian Jambi serta diiringi group orchestra dari teman-teman ISI.
Kendala berarti yang mesti dihadapi adalah dari segi pendanaan. Sampai pada tanggal 25 September 2012 akumulasi dana yang terkumpul baru sekitar Rp6.000.000,00. Sedangkan beberapa proposal yang diajukan pada PEMDA(Pamerintah Daerah) Jambi sendiri dan beberapa institusi di Jambi belum mendapat respon yang positif. Ironisnya mereka tak mengetahui perihal keberadaan proposal yang telah beberapa bulan dikirim.
Menyikapi permasalahan di atas kita pun berinisiatif melakukan penggalangan dana dengan gerakan pengumpulan barang-barang bekas, penjualan pulsa, baju, jilbab, dan beberapa cara-cara lain yang sekiranya membantu terlaksananya pertunjukan. Selain itu kita juga coba memamfaatkan uang dari hasil penjualan ticket yaitu regulasi@Rp15.000,00, VIP@ Rp50.000,00, VVIP @Rp75.000,00, dan donasi@250.000,00.
Pertunjukan yang rencana akan disaksikan oleh 800 pasang mata ini melibatkan Desy Rahmawati (Penulis Naskah), Romualdo Situmorang (Sutradara serta Lighting), Muklis dan Charis (Stage Manager), Janu (Kondakter serta Composer), Rahmat NS (Pimpinan Produksi), Anggoro (Choreographer), M. Luthfi dan Ncing (Asisten Sutradara), dan Dini (Penyanyi). Sedangkan actor dan actrist terdiri dari; Zulpani Andesta sebagai Orang Kayo Hitam, Anugerah sebagai Orang Kayo Pinggai, M. Rozen sebagai Datuk Paduko Berhalo, Ega Mayang Sari sebagai Putri Mayang Mangurai, Sarwo Edi Musyafa sebagai Patih Wikrabumi, Randy sebagai Raja Mayapadra, Andika sebagai Mpu,Riadussolihin, Royan, dan Fajri sebagai prajurit serta Jamil, Bayu, Riyo dan Syaiful sebagai penduduk desa. Lalu juga ada Desy Rahmawati, Resmi, Titin, Sinta, Winda, Echa, Lesy, Riya, dan Dian masing-masing berperan sebagai Penari.
Sarwo Edi Musyafa mengatakan; di antara nama-nama di atas, selain dia ada 2 nama lain yang membawa armamater MAN-Model Jambi yaitu Desy Rahmawati dan Riadussolihin. Kami bertiga lulus dari MAN-Model tahun 2009. Namun sayangnya di antara kami tidak ada satupun yang terlebih dahulu memulainya dari Teater Alif, semuanya baru mengenal lebih dekat drama ketika berada di Yogyakarta dan drama musikal Orang Kayo Hitam ini benar-benar sebuah pengalaman pertama yang kami rasakan. Sambungnya pula.
Nur Rokhmat sebagai ketua KAMANJAYO periode 2012-2013 ketika disinggung masalah ini menegaskan; Oleh karena itulah kenapa aku menaruh harapan besar pada adik-adik tercinta yang kini duduk di kelas X, XI, dan XII MAN- Model, yaitu supaya mau dan mampu bermimpi untuk berjuang juga bersama kita di Kota Pelajar ini. Terutama untuk semakin menggaungkan nama sekolah kita, bukan hanya di Jambi tapi juga di luar Jambi. Dan khususnya buat adik-adik yang kini berada di Teater Alif kita tunggu kalian semua untuk berbagi ilmu dengan kita.
Logika bodohnya, bila Orang Kayo Hitam saja memperoleh kebebasan dan kemerdekaan Negeri Jambi atas jajahan Majapahit dengan berperang langsung ke Negeri Majapahit(Jawa), maka bukan tidak mungkin kita pun akan memperoleh kemerdekaan bila pergi ke luar dari daerah kita. Ya! setidaknya kemerdekaan berpikir. Kata Nur Rokhmat pula yang ditemui di kediamannya, kompleks Pondok Pesantren Wahid Hasyim.
Kabar gembira juga ingin kami sampaikan, bahwa pada Makrab KAMANJAYO (Keluarga MAN Jambi- Yogyakarta) II di Kaliurang pada tanggal 13-14 0ktober 2012 telah dirumuskan dalam program kerja kepengurusan 2012-2013, yakni sebuah sanggar yang kita beri nama ‘Sanggar Jambe’.
Keluarga Pelajar Jambi Yogyakarta dan KAMANJAYO dengan penuh kesediaan dan keterbukaan menanti adik-adik yang berani bermimpi lebih tinggi di sini. Belajar yang rajin dan semangat ya!.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar