Sabtu, 07 Juli 2012

SUNGAI BATANGHARIKU KINI



Dari atas pelataran tebing,
kucoba nikmati pesonamu
Pesona yang tak lagi indah,
seperti sungai batanghariku dulu

Hembusan angin nan sejuk tak trasa menyentuh wajahku
Terburu dihalau rasa panas
Pohon hijau di sepanjang tepian
berganti tanah semakin menggerus

Tampilanmu yang  dulu jernih
Kini buatku sedih,
sedih  begitu cepat kau harus pergi,
pergi dengan sisakan keruh

Ikan-ikan waktu itu menari-nari
Kini tampak rintih,
merintih karena menahan pedih,
pedih dipaksa mati sebelum waktunya mati

Pesonamu dirampas
dari manusia suka malas
inginkan kerja tangkas
tanpa dulu berpikir cerdas
Pesonamu kini usang, sisakan ampas

Desa Tuo Ilir, 26 0ktober 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar