Dari atas pelataran tebing,
kucoba nikmati pesonamu
Pesona yang tak lagi indah,
seperti sungai batanghariku dulu
Hembusan angin nan sejuk tak trasa menyentuh
wajahku
Terburu dihalau rasa panas
Pohon hijau di sepanjang tepian
berganti tanah semakin menggerus
Tampilanmu yang dulu jernih
Kini buatku sedih,
sedih begitu cepat kau harus pergi,
pergi dengan sisakan keruh
Ikan-ikan waktu itu menari-nari
Kini tampak rintih,
merintih karena menahan pedih,
pedih dipaksa mati sebelum waktunya mati
Pesonamu dirampas
dari manusia suka malas
inginkan kerja tangkas
tanpa dulu berpikir cerdas
Pesonamu kini usang, sisakan ampas
Desa Tuo Ilir, 26 0ktober
2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar