Sang surya rekah
tergambar damai di wajah si janda tua
ia berjalan di antara deretan pohon-pohon karet
sesekali merunduk, adakala berdiri
denging nyamuk setia ikuti
Ketika,
pelangi pagi disambut deruh petir,
awan hitam menggumpal, diikuti gemercik hujan
si janda tua tunduk lesu tak bernafsu
Setiap goresan pisau
Hadirkan satu harapan
Harapan keajaiban,
karet busuk tersimpan harum kasturi
Setiap tetes getah yang jatuh
Tatkala seirama dengan tetesan air matanya
Sebuah tetesan air mata,
tentang nasib ia dan bukan anaknya.
Desa Tuo Ilir,
25 Oktober 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar