Sabtu, 07 Juli 2012

SUMATERA TERDAKWA



di mana kita dapati teriakan rerumputan, di sana seharusnya kita jumpai padi yang merunduk
di mana kita dapati bumi berguncang cadas, di sana kita sadari ada yang di luar batas

saat itu...
ada bisik yang menjadi cermin tilik
dari
Sang Kholiq yang membidik

Nama-nama agung kembali berkumandang
setelah tak lagi dikenang
di Pulau Sumateraku, sayang

bekas luka dulu masih tertera darah
kini kembali menjadi terdakwa
di Perairan Simelue

selagi alam membuka mata
tak kira kita tersangka
yang mesti dilumuri petaka

masih menanti waktu tuk mencuci muka
di sejadah sadar kita


Yogyakarta, 18 April 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar