Sabtu, 07 Juli 2012

[DALAM] DEKAPAN JIWA

tubuhku terpental
mulutku disempal
mataku terbelalak
dadaku sesak
hatiku kocak
dan lumpuh.

aku di bawah [dalam] dekapan jiwa
menemui selir-selir jiwa
aku ditegur lewat bahasa sukma
menilik dan menghitung yang ada

jika benar di sini rumah pengembalian jiwa
kenapa cuma mereka?
karena aku, dia dan kamu
lebih terusik, lebih mencekik

barangkali masih  ada rumahrumah lain
yang bisa kujadikan sandaran jalan

 Magelang, 22 Mei 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar