tubuhku terpental
mulutku disempal
mataku terbelalak
dadaku sesak
hatiku kocak
dan lumpuh.
aku di bawah [dalam] dekapan jiwa
menemui selir-selir jiwa
aku ditegur lewat bahasa sukma
menilik dan menghitung yang ada
jika benar di sini rumah pengembalian jiwa
kenapa cuma mereka?
karena aku, dia dan kamu
lebih terusik, lebih mencekik
barangkali masih ada rumahrumah lain
yang bisa kujadikan sandaran jalan
Magelang, 22 Mei 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar