Rabu, 22 Juni 2011

Hari Fitri Tak Di Kampung Sendiri


Gema takbiran berkumandang merdu
Beragam kue menghiasi meja tamu
Pakaian baru membuat orang tua mengharu biru
Jalanan seolah-olah membuat orang mati kutu
Itu pertanda  Hari Fitri sudah diambang pintu
Dengan mata yang masih berkedap-kedip
Ku berdiri dari tidur panjangku
Dengan tertatih-tatih ku berjalan
Menuju sumber suara takbiran
Dengan raut wajah senyuman dalam tangisan
Ku mencoba menyapa lembut semua orang-orang
Seakan-akan ku bayangkan mereka adalah keluargaku
Setiap kata perkata khutbah yang terucap
Ku artikan sebagai nasihat dari orang tuaku
Hari itu . . . . .
Aku hanya ditemani kesedihan
Aku benar-benar diselimuti kegundahan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar