Rabu, 22 Juni 2011

Daun Layu di Trotoar

Pernahkah kita bayangkan?
Sesosok orang berjalan wara-wiri tanpa henti
Tidak jelas apa yang ia cari
Berbicara dan tertawa sendiri
Rambut mekar tak terurusi
Wajah dekil tak pernah mandi
Pakaian compang-camping sana-sini
Memakan apa saja yang dijumpai
Tidur dimana saja yang ia senangi
Dia orang yang terpinggirkan
Dia adalah orang yang harus menghembuskan nafas
Sampai akhirnya menutup mata
Disepanjang trotoar perjuangan
Dia orang yang butuh kepedulian
Bukan menjadi penghibur dikala hati sedih
Bukan terus diartikan sebagai insan menyeramkan
Jangan terus dipandang sebelah mata
Mereka juga saudara kita
Yang ingin menghirup udara kehidupan sebenarnya
Bergandeng tangan dan berjalan sejajar sesama kita
Mereka adalah bagian tanggung jawab negara
Tapi mengapa mereka dilupa-lupakan
Dan dianggap sebagai daun layu yang tak tak bisa hijau lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar