Di pagi hari nan sunyi
Dihiasi dengan lantunan suara azan
Nyanyian merdunya koko’an ayam
Dan indahnya senyuman sang mentari
Menambah semerbaknya warna-warni pagi
Anak kos . . . . . . . .
Dulu, di saat ingin sarapan dihidangkan
Dulu, di waktu ingin ke sekolah diingatkan
Dulu, dimana berbuat salah dikasih teguran
Dulu, di setiap berkiprah diberi dukungan
Anak kos . . . . . . ..
Mie selalu menjadi menu ternama
Kesabaran menjadi pondasi prima
Kemandirian menjadi modal utama
Kemalasan menjadi penghalang pertama
Kesedihan menjadi teman bersama
Anak kos . . . . . . . .
Tanggal muda selalu disambut dengan senyuman
Tagihan listrik terkadang hal yang menyeramkan
Kuliah pagi menjadi suatu yang menakutkan
Mencuci pakaian biasanya berakhir dengan laundry-an
Kamar kotor menjadi suatu kebiasaan
Irama anak kos boleh menghalangi semua itu. . . . . .
Tapi, bukan berarti menghancurkan tekad-ku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar