di sebuah kamar sesak,
kukenang wanita separuh baya
dibelut kaku tak berdaya
kuku tangan-kaki sianosis
desir napas di ujung masker oksigen, nyaris
di sampingnya:
keluarga dengan mukakusut sedih relung
Surat Yaasin seirama tetes
airmata patah
lima hari telah berlalu,
sesekali
kupalingkan muka
tak
bisa bayangkan
jika
itu,
adalah
. . . “ibuku”
adakah
sesuatu yang tlah kuberi tuk bahagianya?
ibu
maafkanku . . .
jika
harus pergi dengan sederetan resah
RS Nurhidayah-Bantul, Juli 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar