Minggu, 24 Maret 2013

Nyaris


di sebuah kamar sesak, 
kukenang wanita separuh baya 
dibelut kaku tak berdaya 
kuku tangan-kaki sianosis 
desir napas di ujung masker oksigen, nyaris

di sampingnya:
keluarga dengan mukakusut sedih relung
Surat Yaasin seirama tetes airmata patah
lima hari telah berlalu,

sesekali kupalingkan muka
tak bisa bayangkan
jika itu,
adalah . . . “ibuku”
adakah sesuatu yang  tlah kuberi tuk bahagianya?

ibu maafkanku . . .
jika harus pergi dengan sederetan resah

RS Nurhidayah-Bantul, Juli 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar