Minggu, 06 Januari 2013

Pilihan Kenangan (basilo dan basale)



Ada kerinci nan tinggi menyangjungku
Ada pulau nan berhala memujaku
Ada duabelas nan berbukit satukanku
Adapula sungai nan berbatang alirkanku

mengenalmu tak hanya pinang
tapi lebih pada kagumku pada putrinya
mengenangmu bukan sekedar siginjai
tapi lebih pada merdekaku dengan empunya

berperahu hariku mengitari batang sambil menunggu pukat nan berbaung,
karena di panggung rumahku ada tempoyak
aku bercandi di atas muara nan luas
ditemani setiap kubu yang mencintai hijau

Aku belajar menjadi orang,
dari Si Kayo yang susah tak selalu miskin
dari Si Hitam yang gelap tak selalu kelam

O kupinang kau...


Yogyakarta, 06 Januari 2013

1 komentar:

  1. puisinyo menyentuh, dan cantik, apolagi kalo dibaco dengan asumsi bahwa puisi merupakan simbol yang belum tentu mencerminkan kenyataan secara apa adanya. tapi kalo dibaco dengan pendekatan bahwa puisi, atau lebih persisnya kata-kata dalam puisi, punya referensi langsung terhadap kenyataan, maka kayaknyo aku perlu ngasi sedikit info: A)"batang" punya paling sedikit tiga makna: batang = bangkai; batang = (batang) pohon, dan batang = sungai; B) "hari" juga beragam maknanya: hari = yaum (b. arab) atau day (b. inggris), contoh: hari senin, selasa, rabu, dst; hari = Kresna, nama seorang dewa Hindu; C)Orang Kayo bukan nama orang, tetapi gelar, gelar yang disandangkan kepada saudagar besar. gelar orang kayo jugo digunakan di aceh pada zaman kerajaan islam nusantara. di jambi, seorang saudagar cina, pernah memperoleh gelar sebagai Orang Kayo.

    BalasHapus