Selasa, 24 Juli 2012

RESUME PEMASANGAN INFUS


Selasa, 03 Juli 2012
NAMA            : RIADUSSOLIHIN
NIM                : 09130050

PEMASANGAN INFUS
I.                 Pengertian Pemasangan Infus
Pemberian cairan intravena(infus) yaitu memasukkan cairan atau obat langsung ke dalam pembuluh darah vena dalam jumlah dan waktu tertentu dengan menggunakan infus set.

II.               Tujuan utama pemberian cairan intravena atau pemasangan infus     
a.      Mengembalikan dan mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh
b.      Memberikan obat-obatan dan kemoterapi
c.      Transfusi darah dan produk darah
d.     Memberikan nutrisi parenteral dan suplemen nutrisi

III.             Keuntungan dan kerugian terapi intravena atau pemasangan infus
1.     Keuntungan
a.      Efek terapeutik segera dapat tercapai karena penghantaran obat ke tempat target berlangsung cepat.
b.     Absorsi total memungkinkan dosis obat lebih tepat dan terapi lebih dapat diandalkan
c.      Kecepatan pemberian dapat dikontrol sehingga efek terapeutik dapat dipertahankan maupun dimodifikasi
d.     Rasa sakit dan iritasi obat-obat tertentu jika diberikan intramuskular atau subkutan dapat dihindar
e.      Sesuai untuk obat yang tidak dapat diabsorbsi dengan rute lain karena molekul yang besar, iritasi atau ketidakstabilan dalam traktus gastrointestinalis.

2.     Kerugian
a.      Tidak bisa dilakukan “drug Recall” dan mengubah aksi obat tersebut sehingga resiko toksisitas dan sensitivitas tinggi
b.     Kontrol pemberian yang tidak baik bisa menyebabkan “speeed Shock”
c.      Komplikasi tambahan dapat timbul, yaitu:
·       Kontaminasi mikroba melalui titik akses ke sirkulasi dalam periode tertentu
·       Iritasi Vaskular, misalnya phlebitis kimia
·       Inkompabilitas obat dan interaksi dari berbagai obat tambahan   

PERAN DAN PERSIAPAN PERAWAT SEBELUM MELAKUKAN PEMASANGAN INFUS

I.                 Peran Perawat Dalam Terapi Intravena
1.     Memastikan tidak ada kesalahan maupun kontaminasi cairan infus maupun kemasannya
2.     Memastikan cairan infus diberikan secara benar (pasien, jenis cairan, dosis, cara pemberian dan waktu pemberian)
3.     Memeriksa apakah jalur intravena tetap paten
4.     Observasi tempat penusukan (insersi) dan melaporkan abnormalitas
5.     Mengatur kecepatan tetesan sesuai dengan instruksi
6.     Monitor kondisi pasien dan melaporkan setiap perubahan

II.               Persiapan infus dan insersi kateter pada vena perifer
1.     Persiapan Pasien
a.      Periksa rekam medis untuk mengetahui riwayat penyakit, alergi dan rencana perawatan
b.     Periksa ulang perintah dokter mengenai cairan yang harus diberikan dan kecepatan tetesan.
c.      Edukasi(pendidikan) pasien:
·       Menjelaskan arti dan tujuan terapi intravena (IV)
·       Menjelaskan lama terapi intravena
·       Menjelaskan adanya rasa sakit sewaktu insersi (penusukan)
·       Anjurkan  pasien untuk melaporkan ketidaknyamanan setelah insersi (penusukan) dan melaporkan jika kecepatan tetesan berkurang atau bertambah
·       Jelaskan pada pasien kalau tidak boleh mengatur kecepatan tetesan yang sudah diatur dokter/perawat, menarik, melepaskan, menekan, serta menindih infus set yang dipasang.

2.     Persiapan Alat dan Bahan
a.      Infus set steril
b.     Jarum infus steril(abocath) sesuai dengan ukurannya
c.      Cairan bethadine
d.     Cairan infuse yang diperlukan
e.      Kassa steril dan tempatnya
f.      Kapas alcohol 70%
g.     Plester
h.     Bengkok
i.       Perlak
j.       Gunting
k.     Korentang steril pada tempatnya
l.       Torniquet
m.   Tiang infuse
n.     Papan bidai yang sudah dibalut(anak-anak)

III.             Pemilihan tempat insersi
a.      Pastikan tempat insersi dirotasi terlebih dahulu. Frekuensi rotasi tergantung pada bahan kateter;
·       Kateter Teflon atau Vialon perlu diganti setiap 48-72 jam
·       Kateter Aguavene dapat dipertahankan lebih lama
·       Kateter yang terpasang lebih dari 72 jam perlu diberi alasan yang didokumentasikan dalam catatan perawatan        pasien
b.     Tempat insersi perlu diganti jika terjadi kemerahan, edema, nyeri tekan, atau filtrasi
c.      Pedoman pemilihan vena
·       Gunakan vena distal terlebih dahulu
·       Gunakan lengan pasien yang tidak dominan
·       Pilih vena di atas area fleksi
·       Pilih vena yang cukup besar untuk aliran darah adekuat ke dalam kateter
·       Palpasi vena untuk tentukan kondisnya. Selalu pilih vena yang lunak, penuh dan yang tidak tersumbat
·       Pastikan lokasi yang dipilih tidak akan mengganggu aktivitas pasien sehari-hari
·       Pilih lokasi yang tidak akan mempengaruhi pembedahan atau prosedur-prosedur yang akan dilaksanakan
·       Vena superficial yang sering digunakan untuk infus IV pada bayi, anak dan dewasa

IV.            Membersihkan tempat insersi
a.      Cuci tangan, lalu pakai sarung tangan
b.      Bila perlu, jepit rambut di atas insersi agar vena lebih jelas dan untuk mengurangi rasa sakit, maka sewaktu plester  dilepas.
c.      Jangan mencukur, karena mencukur dapat menggores kulit, menimbulkan iritasi  jika terkena povidone-iodine/ alkohol dan menimbulkan resiko infeksi.
d.      Bersihkan  dengan larutan povidone iodine (atau alkohol 70 % jika alergi terhadap iodine.
V.              Menstabilkan Vena
a.      Bila pasien kedinginan/ badan dingin/ pre-syok gunakan penghangat
b.      Untuk memperbesar vena dapat digunakan posisi yang ditusuk lebih rendah daripada jantung. (Jika perlu gunakan manset tensimeter)
c.      Pukul-pukul vena dengan lembut
d.      Pasien diminta untuk membuka dan menutup kepalan tangan
VI.            Berikan anastesi lokal bila perlu
a.      Siapkan alat-alat,lalu dekatkan ke pasien
b.     Cuci tangan lalu gunakan sarung tangan
c.      Pilih vena yang paling baik
d.     Jika perlu, jepit rambut yang ada, agar vena terlihat jelas dan mengurangi sakit jika plester dilepaskan
e.      Bersihkan area insersi dengan gerakan melingkar dari pusat keluar dengan larutan antiseptik dan biarkan mengering
f.      Pasang torniquet 4-6 inci diatas tempat insersi
g.     Fiksasi vena; letakkan ibu jari di atas vena untuk mencegah pergerakan dan untuk meregangkan kulit melawan arah penusukan.
h.     Menusuk vena; pegang tebung bening kateter, lalu bukan pusatnya.
            
TEKNIK PEMASANGAN INFUS
a.      Metode tidak langsung: tusuk kulit di samping vena, kemudian arahkan kateter untuk menembus sisi samping vena sampai terlihat aliran balik darah.
b.     Rendahkan jarum sampai hampir sejajar dengan kulit
c.      Dorong kateter ke dalam vena kira-kira ¼ – ½ inci sebelum melepaskan stylet (jarum penuntun), dan dorong kateter
d.     Lepas torniquet dan tarik stylet
e.      Pasang ujung selang infus atau tutup injeksi intermitten
f.      Fiksasi kateter dan selang IV (lihat macam-macam fiksasi)
g.     Atur kecepatan tetesan infus sesuai instruksi dokter
h.     Pasang balutan steril
i.       Label dressing meliputi tanggal, jam, ukuran kateter dan inisial/nama pemasang
j.       Lepas sarungtangan dan cuci tangan
k.     Rapikan alat-alat




Tidak ada komentar:

Posting Komentar