Selasa, 03
Juli 2012
NAMA :
RIADUSSOLIHIN
NIM :
09130050
PEMASANGAN INFUS
I.
Pengertian Pemasangan Infus
Pemberian cairan intravena(infus) yaitu memasukkan
cairan atau obat langsung ke dalam pembuluh darah vena dalam jumlah dan waktu
tertentu dengan menggunakan infus set.
II.
Tujuan utama pemberian cairan intravena atau
pemasangan infus
a.
Mengembalikan
dan mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh
b.
Memberikan obat-obatan dan kemoterapi
c.
Transfusi
darah dan produk darah
d.
Memberikan
nutrisi parenteral dan suplemen nutrisi
III.
Keuntungan dan kerugian terapi intravena atau
pemasangan infus
1.
Keuntungan
a. Efek terapeutik
segera dapat tercapai karena penghantaran obat ke tempat target berlangsung
cepat.
b. Absorsi total
memungkinkan dosis obat lebih tepat dan terapi lebih dapat diandalkan
c. Kecepatan
pemberian dapat dikontrol sehingga efek terapeutik dapat dipertahankan maupun
dimodifikasi
d. Rasa sakit dan
iritasi obat-obat tertentu jika diberikan intramuskular atau subkutan dapat
dihindar
e. Sesuai untuk
obat yang tidak dapat diabsorbsi dengan rute lain karena molekul yang besar,
iritasi atau ketidakstabilan dalam traktus gastrointestinalis.
2.
Kerugian
a. Tidak bisa dilakukan “drug Recall”
dan mengubah aksi obat tersebut sehingga resiko toksisitas dan sensitivitas
tinggi
b. Kontrol
pemberian yang tidak baik bisa menyebabkan “speeed Shock”
c. Komplikasi
tambahan dapat timbul, yaitu:
· Kontaminasi
mikroba melalui titik akses ke sirkulasi dalam periode tertentu
· Iritasi
Vaskular, misalnya phlebitis kimia
· Inkompabilitas obat dan interaksi
dari berbagai obat tambahan
PERAN DAN PERSIAPAN PERAWAT SEBELUM
MELAKUKAN PEMASANGAN INFUS
I.
Peran Perawat
Dalam Terapi Intravena
1. Memastikan
tidak ada kesalahan maupun kontaminasi cairan infus maupun kemasannya
2. Memastikan cairan infus diberikan
secara benar (pasien, jenis cairan, dosis, cara pemberian dan waktu pemberian)
3. Memeriksa
apakah jalur intravena tetap paten
4. Observasi tempat penusukan (insersi)
dan melaporkan abnormalitas
5. Mengatur
kecepatan tetesan sesuai dengan instruksi
6. Monitor kondisi pasien dan
melaporkan setiap perubahan
II.
Persiapan infus dan insersi kateter pada vena perifer
1.
Persiapan
Pasien
a. Periksa rekam medis untuk mengetahui
riwayat penyakit, alergi dan rencana perawatan
b. Periksa ulang
perintah dokter mengenai cairan yang harus diberikan dan kecepatan tetesan.
c. Edukasi(pendidikan) pasien:
· Menjelaskan arti dan tujuan terapi
intravena (IV)
· Menjelaskan lama terapi intravena
· Menjelaskan adanya rasa sakit
sewaktu insersi (penusukan)
· Anjurkan pasien untuk melaporkan ketidaknyamanan
setelah insersi (penusukan) dan melaporkan jika kecepatan
tetesan berkurang atau bertambah
· Jelaskan pada
pasien kalau tidak boleh mengatur kecepatan tetesan yang sudah diatur dokter/perawat,
menarik, melepaskan, menekan, serta menindih infus set yang dipasang.
2.
Persiapan Alat dan Bahan
a. Infus set
steril
b. Jarum
infus steril(abocath) sesuai dengan ukurannya
c. Cairan
bethadine
d. Cairan
infuse yang diperlukan
e. Kassa
steril dan tempatnya
f. Kapas
alcohol 70%
g. Plester
h. Bengkok
i. Perlak
j. Gunting
k. Korentang steril
pada tempatnya
l. Torniquet
m. Tiang infuse
n. Papan bidai yang sudah
dibalut(anak-anak)
III.
Pemilihan
tempat insersi
a.
Pastikan tempat insersi dirotasi
terlebih dahulu. Frekuensi rotasi tergantung pada bahan kateter;
· Kateter Teflon
atau Vialon perlu diganti setiap 48-72 jam
· Kateter
Aguavene dapat dipertahankan lebih lama
· Kateter yang
terpasang lebih dari 72 jam perlu diberi alasan yang didokumentasikan dalam
catatan perawatan pasien
b. Tempat insersi perlu diganti jika
terjadi kemerahan, edema, nyeri tekan, atau filtrasi
c. Pedoman pemilihan vena
· Gunakan vena
distal terlebih dahulu
· Gunakan lengan
pasien yang tidak dominan
· Pilih vena di atas
area fleksi
· Pilih vena yang
cukup besar untuk aliran darah adekuat ke dalam kateter
· Palpasi vena
untuk tentukan kondisnya. Selalu pilih vena yang lunak, penuh dan yang tidak
tersumbat
· Pastikan lokasi
yang dipilih tidak akan mengganggu aktivitas pasien sehari-hari
· Pilih lokasi
yang tidak akan mempengaruhi pembedahan atau prosedur-prosedur yang akan
dilaksanakan
· Vena superficial
yang sering digunakan untuk infus IV pada bayi, anak dan dewasa
IV.
Membersihkan
tempat insersi
a.
Cuci tangan, lalu pakai sarung tangan
b.
Bila perlu, jepit rambut di atas
insersi agar vena lebih jelas dan untuk mengurangi rasa sakit, maka sewaktu
plester dilepas.
c.
Jangan
mencukur, karena mencukur dapat menggores kulit, menimbulkan iritasi jika
terkena povidone-iodine/ alkohol dan menimbulkan resiko infeksi.
d.
Bersihkan
dengan larutan povidone iodine (atau alkohol 70 % jika alergi terhadap iodine.
V.
Menstabilkan
Vena
a.
Bila pasien kedinginan/ badan dingin/
pre-syok gunakan penghangat
b.
Untuk memperbesar vena dapat digunakan
posisi yang ditusuk lebih rendah daripada jantung. (Jika perlu gunakan manset
tensimeter)
c.
Pukul-pukul
vena dengan lembut
d.
Pasien
diminta untuk membuka dan menutup kepalan tangan
VI.
Berikan
anastesi lokal bila perlu
a. Siapkan
alat-alat,lalu dekatkan ke pasien
b. Cuci tangan
lalu gunakan sarung tangan
c. Pilih vena yang paling baik
d. Jika perlu, jepit rambut yang ada,
agar vena terlihat jelas dan mengurangi sakit jika plester dilepaskan
e. Bersihkan area
insersi dengan gerakan melingkar dari pusat keluar dengan larutan antiseptik
dan biarkan mengering
f. Pasang torniquet 4-6 inci diatas
tempat insersi
g. Fiksasi vena; letakkan ibu jari di atas
vena untuk mencegah pergerakan dan untuk meregangkan kulit melawan arah
penusukan.
h. Menusuk vena;
pegang tebung bening kateter, lalu bukan pusatnya.
TEKNIK
PEMASANGAN INFUS
a. Metode tidak langsung: tusuk kulit
di samping vena, kemudian arahkan kateter untuk menembus sisi samping vena
sampai terlihat aliran balik darah.
b. Rendahkan jarum
sampai hampir sejajar dengan kulit
c. Dorong kateter
ke dalam vena kira-kira ¼ – ½ inci sebelum melepaskan stylet (jarum penuntun),
dan dorong kateter
d. Lepas torniquet dan tarik stylet
e. Pasang ujung
selang infus atau tutup injeksi intermitten
f. Fiksasi kateter
dan selang IV (lihat macam-macam fiksasi)
g. Atur kecepatan
tetesan infus sesuai instruksi dokter
h. Pasang balutan steril
i. Label dressing
meliputi tanggal, jam, ukuran kateter dan inisial/nama pemasang
j. Lepas sarungtangan dan cuci tangan
k. Rapikan alat-alat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar