Senin, 23 Juli 2012

PEMERIKSAAN SPESIMEN URIN



I. Identifikasi Pemeriksaan Spesimen Urin
        Prosedur pemeriksaan spesimen urin yaitu pengambilan, penyimpanan, dan pengiriman secara benar. Pemeriksaan spesimen urin harus dengan prinsip steril, random, dan midstream. Pemeriksaan yang sering dipakai adalah pemeriksaan pH, protein uri, glukosan uri, dan kultur. Sedangkan jenis-jenis pemeriksaan sampel urin adalah sebagai berikut;
a.      Urin sewaktu/urin acak (random)  adalah urine yang dikeluarkan setiap saat dan tidak ditentukan secara khusus. Mungkin sampel encer, isotonik, atau hipertonik dan mungkin mengandung sel darah putih, bakteri, dan epitel skuamosa sebagai kontaminan. Jenis sampel ini cukup baik untuk pemeriksaan rutin tanpa pendapat khusus.
b.     Urin Pagi yaitu dengan cara pengumpulan sampel pada pagi hari. Setelah pasien bangun tidur dilakukan sebelum makan atau menelan cairan apapun. Urin satu malam mencerminkan periode tanpa asupan cairan yang lama, sehingga unsur-unsur yang terbentuk mengalami pemekatan. Urine pagi baik untuk pemeriksaan sedimen dan pemeriksaan rutin serta juga tes kehamilan berdasarkan adanya HCG (human chorionic gonadothropin) dalam urine.
c.      Urin tampung 24 jam adalah urin yang dikeluarkan selama 24 jam terus-menerus dan dikumpulkan dalam satu wadah. Urin jenis ini biasanya digunakan untuk analisa kuantitatif suatu zat dalam urine, misalnya ureum, kreatinin, natrium, dsb. Urine dikumpulkan dalam suatu botol besar bervolume 1.5 liter dan biasanya dibubuhi bahan pengawet, misalnya; toluene.

II. Tujuan dari pemeriksaan spesimen urin adalah
        a. Untuk mengetahui adanya kelainan urin secara langsung. Urin akan diambil sebagai spesimen atau sampel laboratorium apabila diperlukan. Beberapa kasus yang memerlukan sampel urin adalah diabetes, proteinuria, dan adanya gangguan ginjal.
         b. Untuk membantu penegakan dini diagnosa awal

III. Hasil Normal Pemeriksaan Urin
        a. Kuning jernih
        b. Berbau khas
        c. Tidak ditemukan mikroorganisme, darah, protein, glukosa, dan keton
        d. Urin secara normal diproduksi oleh tubuh 1200-1500 ml/24 jam(dewasa) dan 300-1500 ml/24 jam (anak-anak)

IV. Gangguan atau Ketidaknormalan Pada Spesimen Urin
        1. Polyuria/ Diuresis yaitu produksi urin yang berlebihan sampai 2500 ml/24 jam. Ini terjadi karena;
            a. Intake berlebihan
            b. Minuman yang mengandung caffein dan alkohol
            c. Ketidakseimbangan hormon (defisiensi ADH)
            d. Penyakit ginjal kronik
        2.  Oliguria yaitu produksi urin <100-500 ml/24 jam
        3. Anuria yaitu produksi urin <100 ml/24 jam, disebabkan oleh karena intake cairan yang sangat kurang, karena penyakit ginjal, luka bakar, dan shock dana dapat berakibat fatal.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar