Jam terus berdetak menghitung usiaku
Aku tak pikir kapan detakan
jam itu hilang dari telingaku,
karena waktu yang harus membuatku pergi
Hari-hari kulewati sendiri,
sambil menatap seberkas cahaya di pojok kegelapan
malam
ku sendiri tak tahu sampai kapan?
Aku bisa memecahkan kegelapan ini menjadi ruang yang
dipenuhi cahaya
Gundah selalu selimuti sepiku
Walau kutahu mungkin kau bukan cahaya yang mau
berbagi terang denganku
namun kutetap slalu berharap suatu saat kau
bisa mengerti tentang kelam yang ada di tengah cahaya terangmu ini,
Yogyakarta, 19 Sept 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar