Sabtu, 22 Oktober 2011

SEPIKU



Jam terus berdetak menghitung usiaku
Aku tak pikir kapan detakan jam itu hilang dari telingaku,
karena waktu yang harus membuatku pergi


Hari-hari kulewati sendiri,
sambil menatap seberkas cahaya di pojok kegelapan malam
ku sendiri tak tahu sampai kapan?
Aku bisa memecahkan kegelapan ini menjadi ruang yang dipenuhi cahaya

Gundah selalu selimuti sepiku
Walau kutahu mungkin kau bukan cahaya yang mau berbagi terang denganku
namun kutetap slalu berharap suatu saat kau bisa mengerti tentang kelam yang ada di tengah cahaya terangmu ini,



           
Yogyakarta, 19 Sept 2011


Tidak ada komentar:

Posting Komentar