Sinar mentari menancap tepat di mataku
Koko’an ayam tak lagi terdengar bertalu-talu
Azan berkumandang tak peduli apa itu
Subuh pergi dari hadapanku
Namun . . . . .
Aku masih tertidur lelap dalam penuh palsu
Detakan jarum jam bergeser ke pukul 10.00
Padahal aku sangat mengerti tentang semua itu
Tapi kenapa ku tak gunakan akal sehatku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar