Berguguran dedaunan ke bumi
Mengisyaratkan kegersangan qolbuku merindukan kedamaian di dekatmu
Berderai air hujan dari langit
Melukiskan tetesan air mata hatiku akan ketulusan kasih sayangmu
Kamu begitu berarti bagiku . . . . .
Kamu adalah gegap gempita langkahku
Kamu adalah pelangi ceria hari-hariku
Kamu adalah cahaya terang gelapku
Kamu mampu tundukkan semua kegamangan di jiwaku
Dan hadirkan butir-butir mutiara senyuman di wajahku
Senyummu adalah euforiaku . . . . .
Kamu laksana pohon yang akarnya aku tanam dalam jiwaku
Kamu bagaikan air yang saluranya mengalir bersama darahku
Andaikan aku seorang penyanyi
Akan ku lantunkan sebuah nyanyian suara hatiku
Andaikan aku seorang pelukis
Akan ku lukiskan pemandangan hijau hidupku
Andaikan aku seorang fotografer
Akan ku potret gambaran tenang perasaanku
Andaikan aku seorang penyair
Akan ku rangkai kata-kata indah bersama tawaku
Ingin terus ku coba merangkai bait-bait puisi
Namun lisan ini sudah tak sanggup lagi berucap
Karena semuanya telah ku curahkan untukmu . . . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar