Kau datang di saat jiwaku di belenggu kesunyian
Kau hadir di waktu hatiku diperbudak rasa keputusasaan
Aku seakan-akan tak percaya sampai detik ini
Praduga yang ada, cintaku yang ter lahir sejak dulu
Sudah musnah bersama misteri fatamorgana
Tapi di luar alam sadarku . . . . .
Kau tiba-tiba membukakan hatimu
Dan mempersilakan aku untuk mengobati kepedihan itu
Malam itu . . .
Aku benar-benar merasakan kebahagian
Hatiku laksana setangkai bunga yang merekah dan menebarkan harumnya
Enam tahun sudah ku nantikan semua ini
Sudah beberapa orang ku coba gantikan posisimu
Namun belum pernah ku temukan kenyamanan seperti ketika bersamamu
Karena . . .
Manisnya senyummu mampu damaikan gejolak hatiku
Beningnya matamu bisa pancarkan gelora mimpiku
Lembutnya sifatmu dapat sejukkan lentera jiwaku
Cantiknya wajahmu sanggup segarkan teka-teki hidupku
Aku selalu berharap cintaku ini . . . . .
Tak kau buat kecewa dan terluka
Karena kau adalah cinta pertamaku
Dan inginku kau yang terakhir buatku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar