Kamis, 13 Desember 2012

Good Bye To My Hear’s




Tek tek ktek ketek tek tek  .....
Suara yang kerap pecahkan hamparan hening
Sunyi sontak berapi-api, grasak-grusuk terdengar dari sudut-sudut kamar
Irama jantungku berdebar tak tentu

Mata yang enggan pejam dipaksa pejam,
Kaki yang sedang melangkah henyak  henti,
Ramai menjelma seonggok bisu,

Selang semenit suara padam
Kamar semakin hening
Terdengar sayup-sayup sepatu melangkah dengan deras tanpa nada
Muncul sesosok pria tegap wajah tentara

Yupz!... Inilah dia pria si pembawa suara
Dengan santai ia berkata;
Hai lagi ngpain itu? Ayo apa itu didalam celana kamu?
Perasaan bergejolak tanpa arah
Mataku sontak padam
Bibirku komat-kamit

Dalam hati berucap; ya allah! Mati sudah . . .
Namun lisanku coba tuk ingkari
Dengan nada lembut terbata-bata
Eeeehe!... Tidak ada apa-apa, pak!
Dengan kata-kata bernada tawa, ia kembali sejenak  hentikan kerja jantungku
Sini berikan hp tersebut sama bapak! . . .
sandiwaraku berakhir
Kutertegun tanpa bahasa, pasang topeng kasihan
Tetap tak mampu beri arti senyum
Pasrah tak rela
Suara hatiku berseru, good by  to my hair’s! . . .

Yogyakarta, September 2010

 NB: Pak Ambo yang telah ciptakan puisi ini. Terima Kasih!...hehh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar