Tek tek ktek
ketek tek tek .....
Suara yang kerap
pecahkan hamparan hening
Sunyi sontak berapi-api, grasak-grusuk terdengar dari
sudut-sudut kamar
Irama jantungku berdebar tak tentu
Mata yang enggan pejam dipaksa
pejam,
Kaki yang sedang melangkah henyak
henti,
Ramai menjelma seonggok bisu,
Selang semenit
suara padam
Kamar semakin
hening
Terdengar
sayup-sayup sepatu melangkah dengan
deras tanpa nada
Muncul sesosok
pria tegap wajah tentara
Yupz!... Inilah dia pria si
pembawa suara
Dengan santai ia
berkata;
Hai lagi ngpain
itu? Ayo apa itu didalam celana kamu?
Perasaan bergejolak tanpa arah
Mataku sontak padam
Bibirku
komat-kamit
Dalam
hati berucap; ya allah! Mati sudah . . .
Namun lisanku coba
tuk ingkari
Dengan nada
lembut terbata-bata
Eeeehe!... Tidak ada apa-apa, pak!
Dengan kata-kata
bernada tawa, ia kembali sejenak hentikan kerja
jantungku
Sini berikan hp
tersebut sama bapak! . . .
sandiwaraku berakhir
Kutertegun tanpa
bahasa, pasang topeng kasihan
Tetap tak mampu beri arti senyum
Pasrah tak rela
Suara hatiku
berseru, good by to my hair’s! . . .
Yogyakarta, September 2010
NB: Pak Ambo
yang telah ciptakan puisi ini. Terima Kasih!...hehh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar