1/
aku bukan benteng
tiarap. dari gemuruh tengkar sawal hingga sya’ban. selama ada banyak saudaraku yang
ternodai dari tumpukan salah[khilaf].
karena ini bukan syair pelarian, maka tidak juga denganku.
2/
aku bukan pohon sandar.
dari hujam perang yang tak kunjung sadar. naung kesejukan tak akan lingkupi
tubuh. dari panas-hujan yang akrabi. selama ada banyak saudaraku yang sesak
akan beban dosa. karena ini bukan syair penghapus kepenatan, maka tidak juga
denganku.
3/
aku bukan sekedar.
sahur yang dipenuhi insomnia, imsak yang dibayangi anoreksia, atau buka yang
digayuti polidipsia serta poliphagia. karena
ini bukan syair pencekalan, maka tidak juga denganku.
4/
aku bukan lailatul
qadar. yang punya 1000 benar. tak usah gusar terlalu jauh. selama saudaraku terus
terjerembab merayap. luluh-lantak tak bersayap. karena ini bukan syair mencari
pahala, maka tidak juga denganku.
5/
aku bukan isapan insaf.
yang jual segala musiman. selesai lalu berakhir. selama saudaraku terus
digadaikan dengan imbalan. karena ini bukan syair olok-olokan, maka tidak juga
denganku.
6/
karena ini syair tanpa
nama, maka tidak juga denganku. aku ingin beri nama dan kasih saudaraku.
yang nantinya masih sempat ditemui.
Yogyakarta,
02-03 Agustus 2012,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar