Banggamu citaku sungguh
Maumu slalu coba tuk kutempuh
meski jalan kauberi,
bukanlah jalan yang kucari
meski langkah yang ada, bukan bermuara di dada
Aku tahu jalan yang kau
siapkan begitu mulus tanpa minus,
namun hatiku tetap saja
memandangnya
sebagai jalan terjal
dan penuh semak belukar
Tak jarang keputusasaan
hampiriku
Tak jarang kejenuhan
hinggapiku
Tak jarang tangisan
menjejalku
Dan tak jarang pula
niatku tuk memutarhaluan
Jalanku bukan inginku .
. .
memang berat bagiku tuk
melawan arus,
tapi kucoba tuk
bertahan
Bertahan dengan inginmu,
karena kutak mau kauterluka
Bagiku ayah
Yogyakarta, 26 Oktober
2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar