Dalam keheningan malam
Ku gores bait-bait puisi ini
Dengan setumpuk harapan dalam bingkisan air mata
Setiap kata yang terucap bergema dengan seuntai irama impian
Setiap kalimat yang terangkai ku susun dengan warna-warni pelangi cita-cita
Karena kuyakin hanya dengan impian
kubisa menggapai sebuah senyuman
Karena kutahu hanya dengan cita-cita
kumampu berjalan dalam gelapnya kehidupan
Walau ku mengerti siapa diriku . . . . .
Aku memang anak kampung
Tapi bukan berarti akan menjadi kacung
Aku mungkin seorang anak katrok
Tapi bukan berarti selalu dipojok
Aku memang titisan darah seorang petani desa
Namun bukan berarti bisa dipandang sebelah mata
Aku adalah orang yang selalu bermimpi
Walau airmata membasahi pipi
Aku adalah orang yang selalu mempunyai cita-cita
Walau hati mesti tersakiti kata-kata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar